Tadi siang saya menemani mama ke rumah sakit, dokternya wanita, memberi beberapa diagnosis yang bisa dilewati tapi harus dengan kuat dan tidak takut. Lalu melihat wajah mama dan merasa sedih juga. Saya jadi mengingat pepatah 'we're busy growing up and forget that our parents also growing old' saya punya banyak mimpi- mimpi. Mau jadi ini itu, mau kesana kemari. Selalu saya ceritakan semua sama orang tua tunggal saya ini, lalu tadi siang tersadar tidak ada satupun mimpi kaki gatal saya yang melibatkan si Ibu. Saya jadi sedih. berapa jauh selama ini saya menyedihkan hatinya? mengingat yang telah pergi dan melupakan yang ada di sisi. atau mungkin karena selalu ada Ibu saya disini. Harus juga saya melakukan sesuatu untuk yang selalu ada. Tapi apa? saya tidak mau janji manis. Sembari menunggu proses dari konsultasi sampai ke farmasi saya menghabiskan satu buku karya Pramoedya Ananta Toer yang judulnya Calon Arang. bukunya tipis, isinya dongeng. Yang tidak putih pink kuning dan te...