Posts

Showing posts from March, 2016

Fragment

Berdiri berdansa dalam jahitan japon* rumahan sekali berdiri serentakan rencana tinggal teman lain berbicara dan berskandal dan tertawa malam larut tabur bunga dalam dentuman alunan dentang malam semakin larut Jadi ceritanya hari ini saya mengingat satu-dua cerita penggalan mengenai almarhumah nenek saya. Beliau yang telah pergi hampir 4 tahun yang lalu memang sosok yang suka bercerita tentang masa mudanya. Walaupun banyak lupa tentang hal yang terjadi beberapa jam yang lalu, lupa sudah makan atau belum, lupa saya ini cucu nya yang bernama siapa, oma tidak pernah melupakan cerita masa mudanya. Oma selalu berkata bercerita tentang waktu lampau sambil tertawa sampai terkikik. Matanya yang mulai berwarna mengabu terlihat berbinar berlapis tipis kaca air. Mungkin itu yang membuat hal pertama yang saya lakukan saat sampai dirumah adalah masuk ke kamar oma, berlutut atau duduk di tepi springbed nya dan bertanya 'Apa kabar Oma hari ini?' 'Oma ceritain lagi soal..' lalu beliau...

Drizzle

Image
Saya pernah dengar kalimat  'setiap penulis harus pernah setidaknya sekali menulis tentang hujan' yang artinya setiap orang harus mampu setidaknya sekali menulis tentang hujan. Bulan- bulan ini musim hujan. tanah dan pohon terguyur basah sering kali, nah karena itu saya mau mulai. Saat ini waktu menunjukan pukul sembilan pagi, dan cuaca cerah. Karena terlalu cerah saya jadi rindu sama hujan. Bagus kan, menulis tentang sesuatu yang dirindukan, banyak 'kenapa' yang bisa diutarakan. Menurut saya hujan itu dramatis. se- dramatis piring mahal yang tiba- tiba pecah berkeping- keping. Jadi setiap kejadian dramatis seharusnya di latar- belakangi dengan hujan. Jatuh cinta, patah hati, bukannya hal- hal seperti ini pantasnya di lengkapi dengan suara hujan? gerimis sejuk buat yang sedang jatuh cinta, dan sedikit deras dan gelap buat yang patah hati. Atau mungkin yang berpetir sekalian buat yang patah hatinya sampai niat bunuh diri. haha. Yang paling lucu adalah setiap orang pada d...